
Uji stabilitas kosmetik BPOM wajib dilakukan oleh perusahaan. Mengingat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) senantiasa melakukan pengecekan produk yang sudah beredar di pasaran.
Jika ternyata produk tidak sesuai dengan standar dari pihak tersebut, maka akan ditarik dari pasaran. Oleh karenanya, perusahaan dalam industri ini wajib memproduksi kosmetik mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan.
Sebenarnya konsumen sendiri juga perlu melakukan cek sederhana untuk memastikan kosmetiknya berkualitas dan aman. Lalu, perlu juga menyimpannya mengikuti petunjuk penyimpanan dari perusahaan.
Pentingnya Uji Stabilitas Kosmetik BPOM
Jenis kosmetik yang tersedia di pasaran begitu beragam, mulai dari pelembap wajah, pensil alis, pewarna bibir, eyeliner, eyeshadow, blush on, maskara dan lain lain.
Untuk produk berbentuk pensil, umumnya bisa bertahan dalam waktu lama jika penyimpanannya sesuai. Anda dapat menyimpannya sampai 18 bulan bahkan 3 tahun.

Akan tetapi, perusahaan terlebih dahulu harus melakukan uji stabilitas kosmetik BPOM. Stabilitas produknya selama penyimpanan harus melalui pengujian. Umumnya pengujiannya melibatkan pengaturan keadaan misalnya saja suhu atau kelembapan.
Pelaksanaan pengujian bertujuan untuk memastikan kosmetik memenuhi kualitas. Mulai dari kualitas fisik, kimia hingga mikrobiologis. Termasuk juga fungsionalitas dan estetika selama penyimpanan oleh konsumen.
Mengingat variasi produknya begitu beragam, perusahaan perlu menerapkan uji stabilitas kosmetik BPOM secara fleksibel. Perlu menyesuaikan protokol pengujian dengan karakter produknya.
Jadi, standar ujinya tidak bisa ditetapkan secara kaku untuk semua jenis produk. Akan tetapi, perusahaan tetap perlu mengikuti dasar ilmiah untuk pengujiannya.
Boleh mengembangkan pengujian khusus ketika menggunakan teknologi paling baru. Boleh juga mengembangkannya mengikuti karakter kosmetik yang mempunyai umur simpan lebih lama.
Anda bisa menerapkan pengujiannya dalam waktu nyata atau real time. Boleh juga dalam kondisi dipercepat atau accelerated. Lantas, untuk cakupan stabilitasnya termasuk pada keadaan penyimpanan, pengangkutan sampai penggunaan.
Tes pada Uji Stabilitas Kosmetik
Seperti apa tes pada uji stabilitas kosmetik BPOM? Secara umum, protokolnya mencakup tes stabilitas dalam keadaan lingkungan berbeda, misalnya saja suhu, kelembapan dan paparan cahaya. Secara umum, ada 3 jenis pengujiannya seperti berikut.
- Tes Mikrobiologi
Kontaminasi mikroba mungkin terjadi ketika kosmetiknya dalam proses pembuatan di pabrik. Selain itu, mungkin juga terjadi tatkala konsumen menggunakan produknya. Jadi, ada risiko kontaminasi mikroba setiap konsumen akan menggunakan kosmetiknya.
Ada peluang bagi jamur, ragi maupun bakteri untuk mengontaminasi suatu kosmetik. Lantas, nantinya akan muncul risiko reaksi yang merugikan pada konsumen.
Pelaksanaan pengujian akan memungkinkan para ahli untuk menganalisis jumlah jamur, ragi maupun bakteri dalam produk. Ahli akan melakukan analisis kuantitatif sehingga pengujiannya lebih maksimal.
Alasan mengapa analisis kuantitatif jauh lebih maksimal daripada tes skrining sederhana ialah bisa menunjukkan jumlah koloni mikroba sebenarnya. Bukan sekedar membuktikan ada atau tidaknya mikroba.
- Tes Kimia/ Fisika
Selanjutnya ada tes kimia/ fisika yang memungkinkan evaluasi kosmetik ketika bereaksi dengan pemicu stress. Sebut saja suhu ekstrem, kelembapan hingga paparan cahaya.
Pengujian kimia/ fisika pada uji stabilitas kosmetik BPOM ini mencakup beragam karakter. Yakni warna, bau, pH, viskositas, penampilan, kompatibilitas paket hingga berat jenis produk.
Umumnya perusahaan melakukan pengujian dengan menempatkan produk pada ruangan tertutup dengan kisaran suhu dan kelembapan tertentu. Biasanya pada suhu tinggi dalam kurun waktu tertentu.
Sehingga perusahaan dapat memperkirakan kinerjanya di suhu kamar pada rentang waktu yang lebih lama. Jadi, waktu penelitian bisa berjalan dengan lebih cepat.
Nantinya perusahaan akan mengeluarkan kosmetik dari ruangan pada rentang waktu yang sudah tetapkan. Lantas melakukan analisis dan mengembalikan lagi produknya untuk pengujian lanjutan sampai akhir jangka waktu. Contohnya 6 bulan, 12 bulan hingga 5 tahun.
Tingkat kelembapan juga mempunyai peran penting dalam pengujian. Misalnya ketika konsumen ternyata menyimpan kosmetiknya di kamar mandi.
Tentu perusahaan harus memastikan produk tahan pada lingkungan dengan kelembapan ekstrem dalam jangka waktu lama. Khususnya dalam jangka waktu umur simpan kosmetik.
- Pengujian Stabilitas Kemasan
Kemasan produk juga bisa mempengaruhi umur simpan dalam jangka panjang. Reaksi kimia bisa terjadi antara produk dan kemasannya. Sehingga kinerja juga akan terpengaruh.
Kemasannya memungkinkan infiltrasi udara atau kelembapan. Sehingga perlu pengujian untuk memastikan keamanan dan kualitas produk.
Pengujian stabilitas akan menjamin keamanan dan umur simpan produk. Jadi, perusahaan wajib melakukan uji stabilitas kosmetik BPOM agar bisa memasarkan produk secara komersial.
Jika Anda tertarik untuk mengakses informasi lebih lanjut mengenai uji lab, Anda bisa mengaksesnya di website kami https://ujilab.id/. Anda juga bisa klik link WhatsApp https://wa.me/6281212333590 (Maria) untuk terhubung langsung dengan tim kami.