Uji Laboratorium yang Bagus
Uji Laboratorium yang Bagus

Untuk mendapatkan hasil produksi tekstil yang bagus dan berkualitas tinggi maka perlu melalui uji laboratorium yang bagus. Dalam proses pengujian tersebut, kain akan dites menggunakan beberapa jenis mesin atau produk uji.

Pengujian tekstil bertujuan untuk menguji sejauh apa kualitas produk sebelum dijual ke pasaran. Tentunya semua konsumen mengharapkan pakaian atau benda-benda tekstil yang berkualitas dan nilai fungsionalnya tinggi untuk kehidupan sehari-hari.

Apa yang Diujikan dalam Uji Laboratorium Tekstil?

Seluruh laboratorium yang melayani pengujian, analisis, dan sertifikasi tekstil menggunakan 6 metode serta item pengujian bahan-bahan di dalamnya, berikut penjelasannya.

  1. Kandungan Logam Berat

Industri tekstil banyak menggunakan logam berat dalam proses produksinya sebagai komponen tambahan. Uji laboratorium yang bagus akan memastikan berapa kandungan tersebut dalam pakaian, salah satunya pada faktor pewarna.

Uji Laboratorium yang Bagus
Uji Laboratorium yang Bagus
  1. Tingkat pH

Pengujian pH untuk menentukan kandungan cairan di dalamnya bersifat asam, basa, atau netral. Jika di bawah 7 sifatnya asam. Di atas 7 artinya basa. Sedangkan tepat di angka 7 artinya netral.

  1. Zat Formaldehida

Zat ini berfungsi sebagai pengawet pada berbagai produk termasuk tekstil. Namun penggunaannya harus benar-benar di bawah batas karena sifatnya beracun dan dapat menimbulkan luka bakar.

  1. Fenol

Tanaman atau mikroorganisme memproduksi fenol, artinya ini berkaitan dengan tekstil-tekstil organik. Uji laboratorium yang bagus menggunakan metode uji lakmus, uji air brom, uji ftalein, uji besi klorida, dan uji liebermann.

  1. Senyawa Pestisida

Residu pestisida dalam kain akan sangat berdampak bagi manusia maupun lingkungan. Pihak penguji laboratorium akan menganalisis ekstraksi residu dan melakukan pembersihan komponen lain yang berbahaya.

  1. Senyawa Azo

Nitrogen dan azo berperan sebagai pewarna utama dalam industri tekstil. Pengujian senyawa ini bertujuan untuk menilai jumlah kandungan dalam kain, karena jika terlalu banyak akan berisiko bagi kesehatan manusia.

Jenis-jenis Produk Uji Laboratorium yang Bagus untuk Tekstil

Sebelum dijual ke pasaran, produk tekstil harus melalui serangkaian uji laboratorium agar memenuhi standar dan berkualitas tinggi. Produk mesin uji untuk melakukan pengujian tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Mesin Uji Tarik

Mesin uji tarik berfungsi untuk mengetahui umur kain setelah melalui uji kerusakan seperti penarikan, kompresi, tekukan, gesekan. Mesinnya terhubung dengan komputer untuk mengumpulkan sekaligus menganalisis data laporan.

  1. Martindale Abrasion and Pilling Tester

Mesin ini menguji ketahanan abrasi serta kinerja pilling kapas, tenun sutra, rami, wol, dan tekstil lainnya. Cara kerjanya bahan abrasif kain akan berhenti otomatis setelah digosok dalam jangka waktu tertentu.

  1. Pengelolaan Kelembapan

Uji laboratorium yang bagus menggunakan alat pengelolaan kelembapan untuk mengukur sifat pengaliran, penyerapan air, serta keringat melalui bahan kain. Mesin ini akan mengevaluasi kinerja penyerapan dengan mengukur konduktivitas listrik.

  1. Pelat Panas Sweating Guarded

Pelat panas bertujuan menguji kinerja ketahanan termal serta kelembapan semua tekstil. Cara kerjanya dengan memanaskan pelat alumunium dalam atmosfer uji standar sampai mencapai suhu tertentu dan konstan.

  1. Tekanan Hidrostatik

Mesin ini berfungsi mengukur ketahanan kain terhadap penetrasi air. Semakin kain dapat menahan tekanan besar, maka semakin baik sifat kedap airnya. Biasanya untuk menguji pakaian olahraga atau kain tahan air.

  1. Permeabilitas Udara

Mesin ini diterapkan pada tekstil untuk pakaian olahraga, parasut pesawat, kain saring. Permeabilitas udara untuk menguji sejenis kain tenun, nontenun, kantung udara, bulu domba, rajutan, selimut, serat katun, dan multi lapis.

  1. Mesin Tahan Luntur Pencucian

Uji laboratorium yang bagus menguji kelunturan tekstil mengacu pada tingkat pemudaran warna setelah pencucian. Tingkat kepudaran tersebut harus dilakukan di bawah sumber cahaya sesuai ketentuan dengan peringkat kartu abu-abu standar.

  1. Ruang Iklim Laboratorium

Mesin iklim laboratorium akan menyimulasikan lingkungan alam seperti suhu tinggi, rendah, dan kelembapan ekstrem secara bergantian. Dengan begitu dapat diketahui apakah suatu bahan tekstil dapat tahan lama.

  1. Mesin Pencelupan Lab Inframerah

Mesin pencelupan untuk menguji ketahanan luntur kain rajut, tenun, benang, resleting, serat lepas, jaring sepatu, dan spesimen lain yang suhunya tinggi. Melalui mesin lab inframerah dapat diketahui tingkat kemudahan pewarnaan bahan.

Pengujian bertujuan menilai bagaimana suatu produk tekstil dapat mempertahankan sifat fisik maupun kimianya yang tidak membahayakan manusia dan lingkungan. Uji laboratorium yang bagus untuk tekstil harus sesuai standar internasional yaitu ISO.

Jika Anda tertarik untuk mengakses informasi lebih lanjut mengenai uji lab, Anda bisa mengaksesnya di website kami https://ujilab.id/. Anda juga bisa klik link WhatsApp https://wa.me/6281212333590 (Maria) untuk terhubung langsung dengan tim kami.