Uji Laboratorium Tekstil Industri
Uji Laboratorium Tekstil Industri

Uji Laboratorium Tekstil Industri merupakan langkah yang sangat penting. Pada pengujian lab ini memiliki fungsi untuk menganalisis pengaruh dari proses manufaktur tekstil seperti pemintalan, penenunan, perajutan, hingga menilai karakteristik bahan.

Uji lab tekstil adalah proses harus dilakukan, terutama bagi Anda yang ingin memulai usaha di dunia fashion. Dengan tahap ini, Anda juga akan terbantu untuk mengetahui bahan yang memiliki kualitas terbaik. 

Syarat Dasar dan Cara Pengujian Tekstil

Untuk Anda memiliki perusahaan atau usaha di industri fashion, harusnya sudah sangat familiar dengan proses uji lab ini. Setiap perusahaan wajib melakukan uji lab karena memiliki sejumlah manfaat.

Seperti, mengontrol proses pada manufaktur, memastikan kualitas produk tetap baik dan sesuai standar, meningkatkan sekaligus mempertahankan kepuasan pelanggan, hingga memastikan citra atau reputasi Anda tetap baik.

Uji Laboratorium Tekstil Industri
Uji Laboratorium Tekstil Industri

Syarat dan cara pengujian tekstilnya antara lain menyiapkan ruang lingkup yang memadai untuk melakukan penelitian, penelitian akan menggunakan prinsip serta metode uji lab yang sudah dipilih oleh ahli.

Setelah itu melakukan pengkondisian, pada tahapan ini Anda juga wajib untuk mempersiapkan sampel untuk diuji nantinya. Setelah sampel disiapkan, proses pengujian akan dilakukan sesuai dengan prosedur, setelah selesai peneliti akan mulai melakukan penilaian dan perhitungan sebelum akhirnya melakukan pelaporan. 

Nilai-nilai ada pada pelaporan akan dinyatakan dengan cara kuantitatif, sedangkan hasil pengujian biasanya akan dinyatakan memenuhi syarat jika sesuai dengan persyaratan pada standar mutu yang sudah ada.

Jenis Uji Laboratorium Tekstil Industri Secara Umum

Uji laboratorium tekstil dibagi menjadi beberapa jenis. Secara umum jenis uji lab ini dibagi menjadi pengujian proses rutin yang biasanya hasil akan langsung diperoleh di lapangan kerja. 

Selanjutnya adalah pengujian catatan kualitas dicatat untuk berbagai objek yang berbeda. Berikut ini tiga objek yang harus melalui proses uji laboratorium tekstil industri catatan kualitas.

  1. Pengujian Serat

Dalam uji lab serat dilakukan pada departemen pemintalan, biasanya banyak orang keliru mengira pengujian serat akan diuji pada departemen penenunan. Uji lab ini sangat penting untuk menilai kualitas kehalusan serat, kekuatan seratnya, kekauan, hingga gesekan serat, dan masih banyak lagi.

  1. Pengujian Benang

Selanjutnya adalah pengujian pada objek benang, ini merupakan bahan baku penting dalam produksi tekstil. Kualitas benang akan sangat menentukan bahkan hasil produk yang dihasilkan.

Pengujian benang diuji untuk mengetahui kekuatan benang tunggal, kekuatan Lea, CSP, kelembaban, gesekan, twist, hingga pemanjangan benag.

  1. Pengujian Kain

Tahap terakhir adalah uji lab pada kain, ini merupakan tujuan utama dari uji laboratorium tekstil industri ini. Jadi untuk memeriksanya, kain akan dinilai kekuatan tarikannya, kekuatan sobekannya, ketahan pilling, stabilitas dimensi terhadap pencucian serta kimia laundry, selip jahitan, tahan luntur, GSM, abrasi dan masih banyak lagi.

Jenis Pengujian Laboratorium Tekstil Lainnya

Selain jenis uji laboratorium tekstil industri di atas, masih ada pengujian laboratorium lainnya yang harus Anda ketahui. Berikut ini jenis-jenis uji lab lainnya bisa digunakan pada uji lab kain.

  1. Pengujian Kilau Serat atau Luster

Pengukuran kilau atau luster dilakukan dengan cara membandingkan kilau kain katun dengan yang sudah mengalami proses marserisasi. Proses marserisasi membuat kain memiliki kilau yang lebih tinggi dibandingkan kain lainnya.

  1. Uji anti tahan kusut

Uji laboratorium tekstil industri juga harus menjalani proses uji anti tahan kusut. Pengujian ini akan dilakukan dengan cara mengukur sudut dari kain terlipat setelah diberikan beban dengan berat tertentu.

  1. Uji Deconvolution

Untuk lebih meyakinkan akan adanya peningkatan kilau kain, anda juga bisa mengkombinasikannya dengan proses uji deconvolution. uji lab ini akan mengamati sampel di bawah mikroskop.

Selain itu ada juga uji microscopy, yaitu uji lab yang mengamati penampakan melintang serat berbentuk kacang atau belum merser daripada kain yang telah berbentuk bulat atau sudah dimerser.

  1. Uji kekakuan

Uji kekakuan dilakukan dengan meletakan specimen berukuran 2,5×50 cm, lalu diseger sampai melampaui bidang datar. Penilaian ini dilakukan untuk mengetahui nilai specimen yang menjulur pada bidang datar tersebut. Makin pendek, artinya kain tersebut memiliki kekakuan yang tinggi. 

Masih banyak uji laboratorium tekstil industri bisa dilakukan untuk menentukan kualitas produk yang akan dipasarkan ke masyarakat dari perusahan. 

Jika Anda tertarik untuk mengakses informasi lebih lanjut mengenai uji lab, Anda bisa mengaksesnya di website kami https://ujilab.id/. Anda juga bisa klik link WhatsApp https://wa.me/6281212333590 (Maria) untuk terhubung langsung dengan tim kami.