
Ketika hendak menjalankan bisnis makanan terutama dalam skala besar, maka penting sekali untuk menggunakan jasa dari laboratorium uji makanan di Bandung. Hal ini tentu merupakan salah satu bentuk tanggung jawab Anda sebagai produsen atas keamanan produk di pasaran.
Jika produk rilis secara asal-asalan tanpa menggunakan layanan terjamin laboratorium uji makanan di Kota Bandung, maka efek buruk bisa saja menanti untuk konsumen ataupun pebisnis itu sendiri.
Jika belum terbiasa dengan layanan pengujian makanan ini, maka Anda dapat membaca informasi lengkap yang telah kami rangkum melalui artikel berikut!
Jenis Pengujian di Laboratorium Uji Makanan di Bandung
Untuk menguji kualitas suatu produk, maka penting sekali untuk melakukan beberapa pengujian terhadap objek tersebut. Secara umum, terdapat lima jenis pengujian pada produk olahan pangan ini, yaitu:
- Tes Alergen
Kegunaan pengujian alergen dilakukan adalah agar dapat mengetahui ada tidaknya alergen yang terkandung pada produk. Jika ada kandungan alergen, maka bisa memicu munculnya alergi pada orang yang mengonsumsinya. Beberapa contoh alergen yaitu susu, kacang-kacangan, telur, gluten, serta krustasea (keluarga udang).

- Tes Kimia
Pengujian berguna agar dapat mengetahui kandungan yang ada di dalam produk tersebut, terutama kandungan nutrisinya. Beberapa contoh pengujian kimia lumrah dalam industri ini yaitu cek kadar air, garam, pH, lemak, logam berat, karbohidrat, protein, dan sebagainya.
- Tes Mikrobiologi
Pada laboratorium uji makanan di Bandung juga ada pengetesan mikrobiologi agar dapat mendeteksi ada tidaknya mikroorganisme dan bakteri pathogen di dalam produk.
Tujuannya adalah memastikan mengenai kadarnya yang harus sesuai batas standar regulasi berlaku. Beberapa pengujian mikrobiologi ini ialah Salmonella, kapang dan khamir angka lempeng total (Total Plate Count) E.coli, dan lainnya.
- Tes Organoleptik
Nama lainnya adalah tes sensori, yaitu pengetesan melalui indera manusia untuk mengukur mengenai daya penerimaan atas produk tersebut. Beberapa tes dalam kategori ini adalah dari bau, rasa, penampilan, tekstur, serta warnanya.
- Tes Fisika
Pihak penguji laboratorium uji makanan di Bandung biasanya juga melakukan uji fisika dengan tujuan cek bermacam sifat fisik produk pengetesan. Sifat produk tersebut berkaitan dengan tekstur, ketebalan, berat, warna, viskositas, ukuran granulasi, dan lainnya.
Tujuannya bukan sekadar menjadi indikator akan kualitas, melainkan demi bisa memastikan mengenai konsistensi kualitas produk pangan tersebut.
Memang tidak semua pengetesan di atas wajib Anda terapkan, karena bisa menyesuaikan, asal konsultasi terlebih dahulu dengan pihak lab. Lalu, beberapa produk yang bisa ikut serta dalam pengetesan tersebut di antaranya:
- Mie instan
- Roti
- Biskuit
- Nasi
- Kopi dan susu instan
- Minuman berenergi
- Minyak masak
- Gula
- Minuman isotonic
- Snack
Aspek Penting dalam Pengujian Laboratorium Uji Makanan di Bandung
Dalam melakukan beberapa uji lab tersebut, terdapat sejumlah aspek penting yang menjadi perhatian para penguji, seperti:
- Originalitas Produk
Pengetesan ini bisa Anda gunakan sebagai langkah untuk memeriksa keaslian suatu produk, khususnya produk yang rentan atas pemalsuan atau substitusi, misalnya madu, minyak zaitun, barang organik dan lainnya.
- Keamanan
Pengujian berjalan agar mampu mendeteksi kehadiran bahan kimia berbahaya, mikroorganisme patogen, atau zat berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan manusia jika mengonsumsinya. Aspek keamanan ini biasanya berkaitan mengenai tes alergen, kimia, mikrobiologi, hingga organoleptic.
- Kepatuhan Terhadap Regulasi
Laboratorium uji makanan di Bandung tersebut harus mematuhi standar maupun regulasi yang telah diatur oleh otoritas pangan yang berwenang. Prosesnya adalah memastikan bahwa produk sudah mematuhi persyaratan kualitas, keamanan, kualitas, serta labeling resminya.
- Komposisi
Pengetesan juga bisa menentukan kandungan nutrisi pada hasil produksi tersebut, misalnya vitamin, karbohidrat, lemak, protein, serta mineral. Hal tersebut akan sangat membantu untuk dapat memastikan makanan tersebut memberikan nutrisi yang cukup dan seimbang.
- Kualitas Sensoris
Hal ini sempat Anda baca sebelumnya, yaitu pengetesan melalui aroma, rasa, tekstur, warna, dan lainnya. Pengetesan ini sangat penting demi bisa memastikan mengenai tingkat penerimaan calon konsumen nantinya ketika hasil produksi rilis ke pasaran luas.
- Pengecekan Proses Produksi
Pengetesan ini juga dapat berperan sebagai proses pemantauan produksi agar produsennya selalu mempertahankan kualitas bahan baku hingga hasil akhirnya.
Setelah mengenal tentang layanan laboratorium uji makanan di Bandung tersebut, maka jika tertarik menggunakannya, Anda tidak akan terlalu bingung mengenai regulasi dan pengujiannya.
Jika Anda tertarik untuk mengakses informasi lebih lanjut mengenai uji lab, Anda bisa mengaksesnya di website kami https://ujilab.id/. Anda juga bisa klik link WhatsApp https://wa.me/6281212333590 (Maria) untuk terhubung langsung dengan tim kami.