
Saat akan menguji makanan di laboratorium uji makanan di Semarang, pastikan cara pengambilan sampel sudah benar. Bahan pangan sangat rentan terhadap kontaminasi, hal tentu berpotensi mengubah hasil uji laboratorium.
Agar hal ini tidak terjadi, kami akan memberikan lima cara pengambilan sampel laboratorium untuk menguji makanan untuk mencegah kontaminasi.
Hal yang Dapat Menyebabkan Makanan Terkontaminasi
Di Semarang banyak sekali laboratorium bisa Anda gunakan untuk menguji bahan pangan. Pengujian makanan biasanya dilakukan dengan tujuan memastikan bahan pangan tidak mengandung unsur-unsur berbahaya jika masyarakat konsumsi.
Untuk mengujinya laboratorium membutuhkan sampel makanan Anda minimal 200 gram untuk bentuk padat dan 300 ml jika bentuknya cair. Pada beberapa kasus khusus sampel bahan pangan bisa terkontaminasi oleh beberapa faktor.
Seperti tidak memahami prosedur pengambilan sampel. Selain itu ada beberapa faktor lainnya yang bisa menyebabkan makanan terkontaminasi sebelum sampai di laboratorium uji makanan di Semarang.

- Menggunakan Peralatan Belum Tersanitasi dengan Baik
Sanitasi merupakan langkah yang sangat penting dalam industri makanan. Sanitasi memiliki tujuan untuk mempertahankan, memperbaiki hingga mengembalikan kesehatan pada manusia.
Selain itu sanitasi juga berguna untuk mencegah penyakit pada manusia. Peralatan yang belum tersanitasi dengan baik akan meningkatkan risiko kontaminasi pada bahan pangan. Selain itu cara penyimpanan dan proses pengolahan juga bisa menjadi salah satu faktor utamanya.
Karena hal ini, pengambilan sampel makanan harus dilakukan oleh seorang ahli dan memahami bagaimana prosedur pengambilan sampel. Biasanya ahli ini akan didatangkan langsung oleh laboratorium uji makanan di Semarang.
- Menyimpan Makanan Matang dengan Daging Mentah Dalam Satu Tempat
Daging mentah baik yang berasal dari hewan unggas, sapi, babi dan ikan mentah sangat rentan terkontaminasi. Hal ini karena daging menjadi salah satu tempat yang disukai oleh mikroorganisme seperti bakteri pathogen.
Oleh sebab itu, hindari menyimpan makanan yang sudah matang berdampingan dengan daging masih mentah. Jadi, pastikan anda sudah memisah antara daging mentah dengan makanan yang sudah jadi.
- Menggunakan Peralatan untuk Semua Jenis Produk Berbeda
Hal tersebut juga berlaku pada peralatan yang sudah digunakan oleh daging mentah tidak boleh digunakan lagi pada bahan pangan lainnya. untuk bisa menggunakannya lagi, Anda harus membersihkannya dulu dan pastikan mengeringkannya hingga benar-benar kering.
Permukaan yang lembab juga bisa menjadi salah satu sarang mikroorganisme di dapur produksi Anda. Oleh sebab itu, Anda juga bisa memisahkan peralatan untuk setiap jenis produk terutama antara daging mentah dan bahan lainnya.
- Tercemar
Ada beberapa faktor lainnya yang membuat sampel makanan untuk laboratorium uji makanan di Semarang terkontaminasi yaitu tercemar. Pencemaran ini bisa diakibatkan karena debur, menggunakan air tercemar, lalat, hingga tangan kotor.
Untuk memastikan sampel makanannya bersih dan tidak terkontaminasi, pastikan tangan sudah tersanitasi dan lingkungan bersih dari debu, lalat dan air tercemar. Setelah memastikan faktor-faktor ini tidak terjadi, Anda bisa langsung mengirimkan sampel makanan ke laboratorium untuk segera uji kelayakannya.
5 Cara Ambil Sampel Laboratorium Uji Makanan di Semarang
Untuk lebih memastikan cara pengambilan sampel dilakukan dengan baik. Anda bisa mengikuti cara pengambilan sampel untuk uji lab bahan pangan di Semarang.
- Menggunakan Jasa Tenaga Pengambil
Jika Anda cukup awam dengan prosedur pengambilan sampel untuk laboratorium uji makanan di Semarang, Anda bisa menggunakan tenaga ahli. Seorang ahli pasti sudah mengetahui bagaimana langkah yang tepat dalam mengambil sampel.
- Menyiapkan Peralatan
Tenaga ahli juga akan menyiapkan peralatan yang akan digunakan untuk mengambil beberapa contoh produk untuk laboratorium. Peralatan tersebut antara lain botol atau kantor plastik yang steril, sendok steril, sarung tangan steril atau sabun disinfektan, label, tas termos es untuk membawa contoh.
- Telah Memahami Langkah Pengambilan dengan Baik
Ada beberapa langkah harus dipahami oleh seseorang yang akan mengambil sampel. Tenaga pengambil juga harus paham tentang berbagai kemungkinan kontaminasi dapat terjadi.
Dengan memahami langkah-langkah pengambilan tersebut, tenaga pengambil dapat melakukan tugasnya dengan hati-hati sesuai dengan prosedur.
- Mulai Pengambilan Sampel
Selanjutnya tenaga pengambil akan langsung melaksanakan pengambilan sampelnya. Prosedur kerja yang perlu Anda pahami antara lain mempersiapkan alat dan bahan, menyiapkan catatan serta formulir pemeriksaan.
Untuk mencegah makanan yang sudah dipersiapkan sebelumnya, biasanya tenaga pengambil akan datang dan membelinya satu porsi. Sampelnya minimal 200 gram lalu masukkan pada botol atau kantong plastik.
- Mencantumkan Label Pengiriman
Selanjutnya tulis label pengiriman yang berisi informasi nama perusahaan/instansi, tanggal pengambilan, dan informasi lainnya. Sampel dimasukkan pada termos es untuk mencegah tumbuhnya mikroorganisme yang dapat meningkatkan potensi kontaminasi.
Setelah mengikuti kelima langkah ini, sampel makanan akan datang ke laboratorium uji makanan di Semarang dengan aman.
Jika Anda tertarik untuk mengakses informasi lebih lanjut mengenai uji lab, Anda bisa mengaksesnya di website kami https://ujilab.id/. Anda juga bisa klik link WhatsApp https://wa.me/6281212333590 (Maria) untuk terhubung langsung dengan tim kami.