
Sebelum melakukan pengujian laboratorium, Anda wajib memenuhi syarat uji lab makanan terlebih dahulu. Tes uji laboratorium ini bertujuan untuk memastikan keamanan pangan sebelum mengedarkannya ke masyarakat.
Oleh karena itu, semua pihak wajib memahami aturan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Ingin tahu lebih lanjut mengenai apa saja syarat yang harus Anda penuhi saat akan menguji makanan di laboratorium berikut ini informasi selengkapnya.
3 Syarat Uji Lab Makanan yang Harus Diketahui
Biasanya setiap laboratorium memiliki regulasi atau persyaratan berbeda-beda. Namun, pada umumnya ada tiga syarat utama yang harus dipenuhi oleh Anda akan menguji makanan.
Berikut ini tiga syarat uji lab makanan yang harus Anda ketahui untuk menjamin keamanan pangan sebelum beredar ke masyarakat.

- Menyiapkan Sampel
Pengambilan sampel adalah step yang paling penting dan harus Anda perhatikan dengan baik. Pastikan pengambilan sampel sudah dilakukan dengan prosedur atau SOP benar untuk mencegah sampel tersebut terkena kontaminasi.
Ukuran paling direkomendasikan untuk menjadi sampel adalah minimal 200 gram untuk bentuk padat atau 300 ml jika bentuk sampelnya cair. Syarat uji lab makanan saat pengiriman tidak boleh kelewatan, pastikan Anda telah mencantumkan label mencakup nama instansi/perusahaan, nama penanggung jawab dan informasi lainnya.
- Memenuhi Persyaratan Administrasi
Syarat uji lab makanan selanjutnya adalah memenuhi persyaratan administrasi. Persyaratan administrasi ini mencakupi surat penawaran pengujian, surat pengantar sampel, bukti pembayaran lunas atau pembayaran uang muka.
Pada beberapa laboratorium juga mewajibkan Anda membawa surat permohonan dari instansi/perusahaan dan terakhir fotokopi identitas KTP dari pemohon atau NPWP perusahaan. Semua persyaratan ini akan berbeda-beda tergantung dengan laboratorium yang Anda pilih.
- Persyaratan Harus Dipenuhi Pada Akhir Proses
Pada tahap terakhir, Anda juga wajib memenuhi sejumlah syarat uji lab seperti pelunasan biaya uji laboratorium jika pada awal administrasi baru membayar uang mukanya saja.
Setelah itu, laboratorium akan menerbitkan sertifikat hasil pengujiannya. Laboratorium juga akan menyatakan makanan tersebut layak atau tidak layak dikonsumsi oleh masyarakat.
Hal yang Membuat Makanan Tidak Lolos Uji Laboratorium
Jika laboratorium menyatakan makanan Anda tidak lolos uji lab, ada beberapa faktor yang mempengaruhinya. Berikut ini beberapa hal menjadi faktor produk Anda tidak lolos uji laboratorium.
- Sampel Makanan Telah Terkontaminasi
Sudah memenuhi semua syarat uji lab makanan, dan yakin bahan-bahan yang digunakan serta proses pembuatan sudah sesuai prosedur dan aman tetapi hasil pengujiannya dinyatakan tidak lolos, salah satu penyebabnya bisa terjadi akibat sampel makanan telah terkontaminasi.
Hal ini bisa terjadi jika pengambilan sampel dilakukan tidak sesuai dengan prosedur. Oleh sebab itu, untuk memastikan sampel makanannya tidak terkontaminasi pastikan tenaga pengambil memahami SOP pengambilan sampel yang benar.
- Mengandung Bahan Berbahaya
Makanan dinyatakan tidak lolos uji lab jika masih mengandung bahan-bahan berbahaya jika masyarakat mengonsumsinya. Beberapa bahan berbahaya yang masih sering dipakai antara lain formalin, boraks, pewarna merah rodhamin B, pewarna orange metanil yellow.
Jadi, perhatikan setiap bahan yang Anda gunakan ketika memproduksi produk akan beredar di masyarakat. Hindari bahan-bahan kimia yang berbahaya untuk mencegah meningkatnya masalah kesehatan.
- Makanan Terkontaminasi oleh Mikroorganisme Saat Proses Pembuatan
Makanan juga bisa terkontaminasi saat proses pembuatan, hal ini dikarenakan lingkungan dapur masak produk Anda tidak higienis. Apalagi ada beberapa bahan-bahannya yang sangat rentan terkontaminasi oleh bakteri.
Bahan makanan sangat rentan terkontaminasi antara lain daging unggas, aneka sayuran, susu, telur hingga buah-buahan yang masih segar. Untuk menghindarinya Anda bisa melakukan pembersihan secara rutin pada lingkungan dan dapur tempat proses pembuatan makanannya.
Beberapa langkah yang bisa anda lakukan antara lain rajin mengganti spons pencuci secara berkala. Spons bisa menjadi sarang bertumbuhnya bakteri karena memiliki pori-pori dan selalu lembab.
Setelah itu bersihkan peralatan dapur dan mengganti jika sudah usang. Barang dapur sudah usang biasanya akan berubah warna menjadi lebih kehitaman. Jika memang sudah sulit untuk dibersihkan lebih baik untuk segera menggantinya agar bisa mencegah kontaminasi.
Sudah paham tentang syarat uji lab makanan, Anda bisa menyiapkan sampel dan persyaratan administrasi dari sekarang. Pengujian lab sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk Anda.
Jika Anda tertarik untuk mengakses informasi lebih lanjut mengenai uji lab, Anda bisa mengaksesnya di website kami https://ujilab.id/. Anda juga bisa klik link WhatsApp https://wa.me/6281212333590 (Maria) untuk terhubung langsung dengan tim kami.