uji lab kain

Uji lab kain ini berkaitan dengan pengujian tekstil. Pada umumnya, pengujian ini berfungsi untuk mengetahui sifat berbagai jenis material tekstil dalam tahapan produksi, distribusi, maupun konsumsi. Melalui pengujian ini, Anda jadi tahu sifat atau jenis kainnya dengan baik.

Jenis Uji Lab Kain

Pengujian kain sangatlah penting karena bisa memperlihatkan kualitasnya. Hal ini pun mencangkup berbagai jenis kain, tak terkecuali kain rajutan, tenun, celup, cetak, dan lain sebagainya.

Untuk mendapatkan hasil pengujian yang akurat dan memuaskan, ada berbagai jenis uji lab kain. Langsung saja, berikut jenis-jenisnya.

1. Pengujian Kilau Serat

Salah satu jenisnya yaitu pengujian kilau serat atau yang juga terkenal dengan sebutan Luster. Uji lab ini dilakukan melalui perbandingan kilau kain katun yang telah melewati proses merserisasi.

Pada umumnya, kain katun tersebut memiliki kilau yang lebih tinggi jika Anda bandingkan dengan kain sebelum proses merserisasi. Dalam melakukan pengujian kilau serat ini, ada keterlibatan uji Deconvolution dan Microscopy. Selain itu, juga ada uji BAN (Barium Activity Number).

uji lab kain

2. Uji Deconvolution

Sebagaimana yang sudah kita singgung tadi bahwa pengujian kain juga berkaitan dengan uji Deconvolution. Untuk melakukan pengujian ini, Anda perlu mengamati lewat mikroskop.

Dengan bantuan mikroskop, Anda bisa cermati pembukaan puntiran fiber yang berasal dari merccerized fabric. Kemudian bandingkan dengan fiber unmercerized. Nantinya hasilnya bisa Anda ketahui dengan persentase.

3. Uji Microscopy

Pengujian ini bisa Anda lakukan dengan cara mengamati penampang melintang serat dengan bentuk kacang karena belum dimerser. Lalu bandingkan dengan kain berbentuk bulat yang sudah dimerser.

4. Uji Barium Activity Number

Jenis uji lab kain berikutnya yaitu uji Barium Activity Number. Dalam pengujian ini, Anda perlu memasukkan katun yang sudah dimerser ke larutan barium hidroksida.

Kemudian hitung jumlah larutan yang terserap melalui menitrasi larutan barium hidroksida tertinggal di larutan dengan asam klorida. Pada umumnya, nilai BAN mercerized cotton sebesar 115-130.

5. Uji Anti Tahan Kusut

Pengujian yang satu ini juga terkenal dengan sebutan Anti Crease. Pada umumnya, pengujian bisa Anda lakukan dengan mengukur sudut kain yang terlipat sesudah mendapatkan beban dalam berat tertentu.

Pengujian ini memanfaatkan Wrinkle Recovery Tester. Setelah melakukan pengujian, Anda bisa cermati hasilnya. Hasil yang baik setidaknya bernilai 1250.

6. Uji Kekakuan

Dalam uji lab kain juga ada uji kekakuan. Pengujian ini juga terkenal dengan sebutan Stiffness. Dalam pengujian, Anda bisa meletakkan tes spesimen dengan ukuran 2,5 x 50 cm.

Letakkan dengan arah warp ataupun arah pakan di bidang datar. Pastikan ujungnya menyentuh bidang dalam kemiringan 41,50 pada bidang sebelumnya. Untuk itu, geser sampai melampaui bidang datarnya.

7. Uji Ketahanan Jamur

Uji ketahanan jamur tak kalah penting untuk Anda lakukan. Anda bisa melakukan uji lab kain ini dengan mengukur tes spesimen dalam ukuran tertentu.

Saat melakukan pengujian yang satu ini, Anda juga perlu membandingkan perubahan kekuatan pada tes spesimen yang mengalami treatment maupun tidak treatment di dalam larutan jamur.

8. Uji Menggunakan Drape Tester

Pengujian juga bisa Anda lakukan dengan menggunakan drape tester. Pengujian ini melibatkan tes spesimen yang diameternya 25 cm di landasan uji. Dengan begitu, titik pusatnya ada di tengah landasan uji.

Terlihat jelas bahwa uji lab kain memiliki banyak jenis. Tiap jenisnya menerapkan tahap pengujian yang berbeda-beda. Kendati demikian, tujuan pengujiannya tetap sama yakni untuk mendapatkan hasil akurat mengenai sifat atau karakter kainnya.

Jika Anda tertarik untuk mengakses informasi lebih lanjut mengenai pengujian lab, Anda bisa mengaksesnya di website kami https://ujilab.id/. Anda juga bisa klik link WhatsApp https://wa.me/6281212333590 untuk terhubung langsung dengan tim kami.