uji lab madu

Uji lab madu sangat dibutuhkan bagi Anda yang berkecimpung dalam usaha beternak lebah, karena fokus produk utama dari peternakan tersebut adalah untuk menghasilkan madu yang layak dikonsumsi oleh manusia. Namun sebelum mulai menjualnya perlu melalui beberapa pengujian terlebih dahulu, sehingga bisa aman dijual.

Namun bagi beberapa orang awam atau penggiat UMKM belum begitu memahami tentang adanya proses uji tersebut, sehingga sebagian besar masyarakat beranggapan setelah cairan tersebut diproduksi bisa langsung dikonsumsi. Namun hal tersebut merupakan sebuah kesalahan, karena produk ini memiliki tujuan untuk dikonsumsi manusia.

Madu sendiri sebagai salah satu sumber bahan pangan di Indonesia memiliki keragaman yang berbeda-beda, mulai dari jenis tanaman hingga nektarnya juga bisa menentukan kualitasnya. Oleh sebab itu digunakanlah uji lab madu, sehingga produsen bisa menentukan bagaimana kualitas dari madunya apakah sudah berkualitas atau belum.

uji lab

Dengan menggunakan berbagai pengujian sendiri dapat menentukan apakah produk madunya sudah sesuai dengan ketentuan dari BPOM atau belum, karena sebaiknya jika Anda memproduksi bahan pangan harus sudah lolos dari standar BPOM terlebih dahulu sebelum mulai untuk menjualnya kepada masyarakat luas.

Dua Jenis Uji Lab Madu

Dalam negara Indonesia sendiri kualitas dari produk madu sudah ditentukan dalam SNI nomor 8664:2018, dengan kategori bernama ”madu” di dalamnya terdapat beberapa standar yang harus dimiliki sebuah produk sehingga dapat dikatakan lulus uji. Jika produk sudah lulus uji maka berhak untuk mendapatkan sertifikasi SNI tersebut. Namun tidak semua orang termasuk pelaku industri khususnya UMKM memahami mengenai uji apa saja yang perlu mereka lakukan. 

Sehingga dapat menentukan bahwa produk madunya sudah memenuhi standar kualitas atau belum. Oleh sebab itu digunakanlah uji lab madu dan terbagi dalam dua jenis berbeda. Secara umum biasanya jika Anda sebagai pengusaha ingin melakukan proses pengujian sampel pada laboratorium, harus melewati dua uji berbeda. Walaupun keduanya berlangsung dalam laboratorium yang sama, namun harus lolos melewati dua uji berbeda yang juga memiliki perbedaan dalam cara mengujinya.

Sebagai salah satu produk yang umum dikonsumsi oleh masyarakat, madu atau dalam bahasa inggris memiliki nama honey ini dibedakan menjadi beberapa jenis berbeda. Umumnya dibedakan menjadi jenis trigona, ekstra floral, serta floral nectar yang semuanya memiliki standar uji lab ini berbeda-beda.

  1. Pengujian Organoleptik

Jenis uji untuk menentukan bagaimana kualitas dari produk madu Anda bisa melalui pengujian organoleptik, Anda bisa melakukan pengujian ini tanpa perlu mendatangi laboratorium untuk menghemat biaya. Karena tujuan uji ini adalah untuk mengetahui sifat khas dari produk yang Anda miliki. Umumnya untuk mengetahui uji lab madu secara organoleptik dapat dilakukan dengan mulai memanfaatkan Indera manusia, mulai dari Indera penciuman dan pengecap. Sehingga dalam tahapan pengujian ini lebih berfokus untuk mengukur aroma dan rasa dari produk Anda.

Sebagai patokan bagaimana kualitas yang baik dan benar, Anda bisa mengecek panduan pada SNI 8664:2018 disana bisa menemukan berbagai standar terkait aroma dan rasa yang tepat bagaimana. Untuk mengujinya juga dapat dilakukan secara lebih mudah, karena tidak membutuhkan peralatan laboratorium. Cara melakukan pengujian ini hanya membutuhkan beberapa orang untuk menguji bagaimana aroma dan rasa dari sebuah madu, jika sudah memenuhi standar di mana harus memiliki aroma khas madu dan rasanya manism aka dinyatakan suda lolos sertifikasi SNI.

  1. Pengujian Laboratoris

Jenis uji lab madu secara laboratoris hanya bisa dilakukan di dalam laboratorium, sehingga Anda tidak bisa melakukannya tanpa bantuan peralatan lab. Karena di dalamnya harus menguji sampel sehingga memenuhi standar tertentu. Biasanya produk Anda harus melewati beberapa pengujian berbeda, sehingga jika sudah lolos dari setiap uji tersebut bisa dinyatakan sudah sesuai standar. Umumnya harus melewati uji parameter kadar air, karena sangat mempengaruhi daya tahan produk.

Selain menguji parameter kadar air uji lab ini juga melakukan pengujian pada indikator lainnya, salah satunya adalah menguji tingkat gula pereduksi di dalam produk. Karena sangat berkaitan dengan daya tahannya ketika sudah dikemas. Selain itu Anda juga memperhatikan tingkat keasaman serta cemaran logamnya, secara mudah Anda bisa membawanya ke laboratorium terdekat untuk dilakukan uji tersebut. lalu membandingkannya dengan standar SNI.

Jika Anda merupakan pelaku peternak lebah baik skala UMKM maupun industri, sudah sewajarnya untuk mengetahui bagaimana standar produknya. Salah satunya adalah mengetahui dua uji lab madu yang berbeda.

Jika Anda tertarik untuk mengakses informasi lebih lanjut mengenai Uji Laboratorium, Anda bisa mengaksesnya di website kami. Anda juga bisa klik link WhatsApp di sini untuk terhubung langsung dengan tim kami.