
Pentingnya melakukan uji lab air minum untuk memastikan minuman aman serta sudah memenuhi ketentuan standar kesehatan. Tujuan utamanya mendeteksi keberadaan zat kontaminan yang dapat merugikan tubuh manusia. Air minum merupakan komponen utama dalam kehidupan sehari-hari manusia. Bukan hanya sekedar cairan biasa, minuman yang baik mengandung zat mineral. Namun manusia tidak bisa sembarangan ketika meneguk cairan tersebut.
Laboratorium berperan penting ketika ingin menguji apakah minuman sudah memenuhi standar kesehatan. Ada sederet manfaat dalam pengujian serta bagaimana standar kualitas minuman yang akan dijelaskan di artikel ini. Syarat utama air yang bisa diminum adalah tidak berbau, tidak berwarna, tidak menggandung logam dan bakteri.

Manfaat Melakukan Uji Lab Air Minum
Minuman bersih merupakan komponen utama yang dibutuhkan dalam menunjang aktivitas manusia dalam keseharian. Umumnya kebersihan pada minuman bisa didapatkan dari dalam tanah, PDAM, atau mata air.
Selain kebersihan, hal yang perlu diperhatikan adalah kualitas tempat penampungannya. Seperti sumur atau PDAM. Oleh karenanya, penting bagi Anda ketahui manfaat dalam melakukan uji lab air minum berikut ini.
- Kesehatan Terjamin
Air yang didapatkan dari alam masih memiliki kemungkinan tercemar oleh zat-zat kontaminan. Dengan melakukan pengujian terhadap suatu cairan, akan mengidentifikasi keberadaan mikroorganisme seperti bakteri, virus, atau parasit penyebab penyakit diare.
- Mendeteksi Kontaminan Kimiawi
Uji lab air minum dapat mendeteksi kandungan kimiawi berbahaya seperti logam berat (misalnya, timbal, arsenik, dan merkuri), kontaminasi pestisida, bahan kimia industri, atau zat beracun lain.
- Mengevaluasi Kualitas
Adanya parameter seperti tingkat pH, kekeruhan, kadar oksigen, kandungan mineral, kekerasan air, dan lainnya akan diuji agar dapat memastikan pemenuhan ketetapan standar kualitasnya. Informasi tersebut dibutuhkan supaya bisa memantau kualitasnya.
- Pengawasan dan Regulasi
Laboratorium berperan penting dalam pengawasan sekaligus sistem regulasi. Hasil uji lab air minum biasanya digunakan lembaga pemerintah setempat untuk memastikan penyedia air sudah mematuhi sistem ketetapan regulasi.
- Pengembangan dan Perbaikan Sistem Pengolahan
Hasil data dari pengujiannya akan digunakan untuk mengidentifikasi kelemahan dalam sistem, mengukur efektivitasnya dan mengoptimalkan proses pengolahan. Hal ini bertujuan supaya pihak penyedia telah mencapai kualitas terbaik.
Standar Kualitas Air Minum Menurut Pemerintah
Syarat utama air yang bisa diminum adalah tidak berbau, tidak berwarna, tidak menggandung logam dan bakteri. Namun berdasarkan SNI-nya, ada tiga standar minuman menurut pemerintah seperti berikut ini.
- Standar Fisik
Pada standar fisik meliputi bau, rasa, tingkat kekeruhan, dan temperature. Tingkat kekeruhan air biasanya dari bahan organik dan anorganik dalam kandungannya. Misalnya, lumpur, atau bahan hasil pembuangan.
- Standar Kimia
Standar kimiawi saat uji lab air minum akan berhubungan dengan kandungan ion, senyawa, maupun logam berbahaya seperti, Ag, Pb, Zn, dan Cu. Ada juga residu senyawa lain yang menyebabkan perubahan bau, rasa serta warna.
- Standar Bakteriologis
Menurut peraturan Menteri Kesehatan Nomor 907/Menkes/SK/VII/2002, minuman tidak boleh mengandung bakteri pathogen penyebab penyakit. Standar kandungan bakterininya wajib ada diangka 0 per 100 ml.
Tidak bisa semarangan dalam minuman meski mendapatkannya dari alam. Ada banyak pencemaran di alam yang diakibatkan oleh aktivitas manusia (limbah industri) maupun faktor alamiah (erosi tanah atau letusan vulkanik).
Pengujian pada laboratorium memungkinkan kualitas pengolahan terjaga karena mampu mengidentifikasi berbagai bakteri atau zat merugikan kesehatan. Karenanya, konsumsi minuman yang sudah lolos uji lab air minum standar pemerintah.
Jika Anda tertarik untuk mengakses informasi lebih lanjut mengenai Uji Laboratorium, Anda bisa mengaksesnya di website kami. Anda juga bisa klik link WhatsApp di sini untuk terhubung langsung dengan tim kami.