
Tahukah Anda kalau makanan yang beredar saat ini sudah lolos uji laboratorium makanan? Sebetulnya apa fungsi laboratorium dalam pengujian makanan? Metode apa yang digunakan praktisi laborat untuk melakukan pengujian?
Laboratorium berperan penting dalam hal mendeteksi kontaminan bakteri yang dapat merugikan konsumen. Uji analisisnya mampu mengidentifikasi komposisi nutrisi seperti kandungan protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan lainnya. Dari segi konsumen, dengan adanya pengujian klinis seperti ini akan membantu dalam mengidentifikasi kandungannya. Lalu metode seperti apa yang biasanya diterapkan para praktisi laborat untuk pengujian makanan?

4 Jenis Metode Uji Laboratorium Makanan
Salah satu manfaat dilakukannya uji lab adalah kualitas produk terjaga dari cemaran zat kimia berbahaya. Sehingga kesehatan konsumen tidak akan dikorbankan dengan mematuhi persyaratan sesuai standar. Menkes sendiri sudah memiliki ketetapan standar yang harus diterapkan oleh para produsen makanan. Uji laboratorium makanan sendiri hanya dapat dilakukan oleh lembaga kesehatan yang sudah memiliki izin resmi dari Menkes.
Ada berbagai metode pengujian yang dapat dilakukan praktisi laborat ketika melakukan uji lab makanan. Berikut ini akan dijelaskan berbagai jenis metode pengujian terkait bahan pangan dan makanan.
- Pemeriksaan TPC (Total Plate Count)
Total Plate Count merupakan tes untuk menunjukkan jumlah mikroorganisme pada makanan. Terutama bila ingin menunjukkan kontaminasi, kualitas, dan status higienitas saat proses produksi, umum digunakan untuk mengukur tingkat kebersihan makanan. Prosedur yang digunakan metode ini adalah pengambilan sampel makanan kemudian meletakkannya pada media seperti agar-agar. Fungsi agar-agar ini supaya mengetahui berapa jumlah mikroorganisme yang membentuk koloni.
Sampel makanan akan diletakkan pada tempat bersuhu normal untuk kemudian dibiarkan mikroorganismenya bertumbuh. Setelah proses ini, mikroorganisme yang tubuh akan dihitung lalu dilaporkan jumlahnya. Indikasi umum tentang kualitas uji laboratorium makanan TPC akan memberikan informasi mengenai kebersihan serta kualitas makanan. Biasanya tes akan dilakukan pada alat makan, alat masak dan produk pangannya.
- Pemeriksaan Yeast and Mold (YM)
YM dikenal dengan nama lain Angka Kapang Khamir di mana berfungsi mengecek kualitas pangan serta bahannya. Sesuai namanya, alat yang digunakan dalam proses pengujian berupa yeast (ragi) serta mold (kapang). Uji laboratorium makanan YM akan memberikan informasi mengenai tingkat kontaminasi pada ragi dan kapang. Sampel akan diambil kemudian diletakkan pada media dengan kondisi lingkungan sesuai.
Setelah koloni YM tumbuh, maka tim laborat akan menghitung jumlahnya per satuan volume atau berat sampel makanannya, kemudian dilaporkan. Hasil inilah yang akan memperlihatkan kualitas, keselamatan, sekaligus mengambil tindakan.
- Pemeriksaan Koliform
Uji laboratorium makanan koliform merupakan metode yang digunakan untuk mendeteksi bakteri koliform. Di mana bakteri ini merupakan kelompok bakteri yang umum ditemukan pada usus manusia, sehingga sering dilihat sebagai indikator kualitas produk. Prosedurnya dengan mengambil sampel, kemudian diletakkan pada media yang sudah mengandung nutrisi bagi perkembangan bakteri kaliform. Lalu akan diinkubasi pada suhu tertentu supaya bakteri dapat berkembangbiak.
Hasil pengujian ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi sumber kontaminasi, menilai efektivitas langkah sanitasi, dan memastikan produk sudah memenuhi standar keamanan. Jika tingkat kaliform tingi, mka diperlukan tindakan korektif.
- Pemeriksaan E.Coli
E.Coli merupakan mikroorganisme pathogen yang bisa mengakibatkan diare berat. Hal tersebut karena beberapa E.Coli bersifat merugikan manusia melalui kandungan endotoksin yang mampu mempengaruhi sistem pencernaan.
Setelah melakukan tahap pengambilan sampel dan melewati proses inkubasi, praktisi laborat akan melakukan pengujian biokimia. Hal tersebut dapat memastikan bahwa bakteri yang tumbuh benar-benar E.Coli. Pemerintah maupun produsen makanan kerap melakukan pengujian rutin terhadap metode pemeriksaan E.coli, sebagai program pemantauan keamanan pangan. Jika ditemukan E.coli melebihi batas maka harus langsung melakukan sanitasi.
Tubuh manusia membutuhkan nutrisi baik untuk proses perkembangan, karenanya memperhatikan gizi merupakan hal penting. Dengan melakukan uji laboratorium makanan, Anda bisa mengetahui nutrisi baik bagi tubuh.
Jika Anda tertarik untuk mengakses informasi lebih lanjut mengenai Uji Laboratorium, Anda bisa mengaksesnya di website kami. Anda juga bisa klik link WhatsApp di sini untuk terhubung langsung dengan tim kami.