
Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana uji laboratorium skincare? Selama ini BPOM menetapkan kadar zat dalam produk skincare sebanyak 5% saja. Namun bagaimana proses menentukan kandungan tersebut? Seperti yang diketahui, skincare merupakan salah satu produk kecantikan yang sudah menjadi bahan pokok. Semakin kesini semakin marak perusahaan perseorangan membuat produk kecantikan ini sehingga banyak pengguna harus meneliti kandungannya.
Misalnya, pemakaian vitamin C tidak boleh dicampur dengan penggunaan kandungan BHA karena dapat menyebabkan iritasi kulit. Tetapi bagaimana standar uji coba yang menentukan kandungan suatu produk kecantikan ini?

Mengapa Perlu Melakukan Uji Laboratorium?
Laboratorium menjadi tombak utama dalam menentukan kandungan pada suatu produk, termasuk perawatan wajah. Apalagi tidak semua kandungan bisa tercampur menjadi satu, mengingat masing-masing orang memiliki tipe kulit berbeda. Proses pengujian sangat dibutuhkan untuk mengetahui ketepatan penggunaan zat kimia sesuai standar. Produsen skincare tidak bisa asal-asalan dalam meracik produk karena bisa menyebabkan terjadinya kerugian pada konsumen.
Jaman dulu, uji laboratorium produk dilakukan kepada hewan seperti kelinci. Namun seiring berkembangnya jaman, produsen kosmetik melakukan inovasi dengan menciptakan berbagai metode akurat dalam proses pengujian.
Pentingnya melakukan pengujian lab untuk meningkatkan keamanan, efektivitas dan kualitas produk sebelum sampai ke tangan konsumen. Sebagai pengguna skincare, tentunya tidak ingin memakai produk yang tidak teruji secara klinis.
Berbagai kemungkinan efek samping dapat terminimalisir dengan melakukan uji lab. Bahan-bahan yang berpotensi bercun akan dihindari, salah satunya penggunaan merkuri. Bahan merkuri ini sangat berbahaya bagi pengguna skincare jangka panjang.
Bukan hanya menyebabkan iritasi, pemakaian bahan kimia yang salah akan berpengaruh pada kesehatan tubuh. Tidak jarang ada kasus kemandulan akibat suatu kandungan zat dari produk kecantikan yang dipakai jangka panjang.
Uji laboratorium dapat membantu mengidentifikasi zat berbahaya yang terkadung pada sebuah produk kecantikan. Sehingga produsen skincare yang tidak mematuhi aturan tidak dapat melanjutkan proses produksi maupun distribusi produk.
Masyarakat akan banyak terbantu oleh pengujian ini karena dalam prosesnya, ada banyak manfaat yang didapat seperti memperbaiki tekstur kulit secara maksimal, menghilangkan noda jerawat, atau zat ramah kulit lainnya.
3 Cara Uji Laboratorium Skincare
Bila ingin mengetahui senyawa apa saja yang terkandung pada suatu produk, Anda bisa membacanya pada bagian kemasan. Akan tetapi, sebelum proses tersebut ada 3 pengujian yang dilakukan agar mendapat hasil optimal.
- Uji Tempel
Uji temple atau patch test adalah proses menguji bahan baku sebelum diolah menjadi skincare. Uji temple memiliki dua jenis yaitu terbuka dan tertutup, dimana perbedaan keduanya akan dijelaskan berikut ini:
- Tertutup
Skincare akan dioleskan pada punggung, kemudian allergen akan ditambahkan pada bagian strip. Setelah itu, stripnya akan menutup bagian punggung yang sudah diberi olesan produk kecantikannya.
Setidaknya membutuhkan waktu selama 48 jam hingga strip siap dilepaskan. Setelah itu, laborat akan kembali menunggu selama 48 jam sampai muncul reaksi terhadap penggunaan skincare tersebut.
- Terbuka
Uji tempel terbuka akan dilakukan di area belakang telinga atau lengan bagian dalam, tanpa diberi strip penutup. Dalam sehari akan dioleskan produk sebanyak 2-3x selama dua hari untuk melihat hasilnya.
- Uji Pakai
Uji laboratorium pakai akan dilakukan ketika sudah selesai produksi namun belum dipasarkan. Akan teapi, skincare akan dioleskan pada bagian tubuh lain misalnya tangan, kaki, atau punggung.
- Uji Khasiat Pengawet
Pada tingkat ini, skincare yang selesai diproduksi sudah beredar dipasaran. Tujuan pengujian ini untuk mengetahui seberapa baik ketahanan skincare terhadap kandungan mikroba. Pengawet berfungsi sebagai pelindung skincared ari pertumbuhan mikroba.
Jadi, sebelum membeli skincare sebaiknya mengetahui berbagai kandungan yang tersemat pada kemasannya. Supaya lebih yakin, bawa produk untuk melakukan uji laboratorium bila ingin mengetahui kualitasnya.
Jika Anda tertarik untuk mengakses informasi lebih lanjut mengenai Uji Laboratorium, Anda bisa mengaksesnya di website kami. Anda juga bisa klik link WhatsApp di sini untuk terhubung langsung dengan tim kami.